| Welcome to Mana Khemia Lovers. We hope you enjoy your visit. You're currently viewing our forum as a guest. This means you are limited to certain areas of the board and there are some features you can't use. If you join our community, you'll be able to access member-only sections, and use many member-only features such as customizing your profile, sending personal messages, and voting in polls. Registration is simple, fast, and completely free. Join our community! If you're already a member please log in to your account to access all of our features: |
| All About Hymmnos: New Testament of Pastalie; Dialect yang dipakai para IPD dalam Ar Tonelico 2: Melody of Metafalica | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Nov 12 2010, 10:05 PM (549 Views) | |
| Post #1 Nov 12 2010, 10:05 PM | Veronica Titania |
|
ALL ABOUT HYMMNOS: NEW TESTAMENT OF PASTALIE Intro New Testament of Pastalie atau yang lebih dikenal dengan Pastalian Dialect adalah dialect khusus yang diciptakan di Metafalss, untuk para Infel Phira Dependent atau IPD. Karena itu, hymns dalam Pastalian Dialect mempunyai eksekusi yang berbeda, dari EXEC_XYZ/. menjadi METHOD_XYZ/. Jangan salah dulu, kata-kata dalam Standard Dialect masih bisa digunakan, namun para IPD akan merasa lebih "nyaman" jika menggunakan kata-kata dari dialectnya sendiri, contoh: "frawr" (Standard) dan "rawah" (Pastalian) artinya sama-sama "flower" namun para IPD akan lebih sering menggunakan kata "rawah" karena mereka merasa lebih "nyaman" dengan menggunakan kata-kata dalam Pastalian Vocabulary. Dan sebaliknya, dialect Pastalian TIDAK BISA digunakan dalam Standard Dialect, kecuali dalam hymn yang command-nya EXEC_over.METHOD_XYZ/. dan EXEC_with.METHOD_XYZ/. Pastalian didesain untuk mengekspresikan sebanyak mungkin arti dan emosi dalam satu kata yang dikenal dengan "emotion verb". Ini adalah dasar dari Pastalian Dialect, tidak akan ada kalimat yang sempurna tanpa "emotion verb". Mari kita lihat detailnya. DETAILS: Song Server: Infel Phira Dialect: Pastalian Execution Command: METHOD_XYZ/. Sekarang, mari kita mulai pembahasannya. I. Basic Structure and Grammar Rules hEmmErYE/. Contoh yang paling mudah. "I will gladly sing." Sama dengan kalian menulis "Was yea ra sonwe". Sama seperti Standard Hymmnos, subject by default adalah "I" alias "aku". Yang membedakan hanyalah, dalam Pastalian Dialect, semua kalimat diakhiri dengan "/." sama seperti dalam eksekusi hymn EXEC_XYZ/. Tapi, jika kalian merasa terlalu emosional, boleh diganti dengan tanda "!" ataupun "?" untuk pertanyaan. Mari kita sedikit menyinggung keuntungan dan kelemahan Pastalian. Yang paling utama adalah dengan menggunakan dialect Pastalian, kalian bisa mengekspresikan emosi kalian, emosi terhadap orang lain (you) dan emosi kalian terhadap dunia, semuanya hanya dalam satu verb. Tapi, ada kelebihan pasti ada kelemahan. Kelemahan yang paling utama adalah, dengan menggunakan Pastalian, kalian tidak bisa mengekspesikan keinginan kalian terhadap emosi kalian, seperti yang dapat dilakukan dengan First Level dan Third Level emotion sentence di Standard. Mari kita lanjutkan, ya? Adding an Object Mudah, cukup taruh kata benda di belakan kata kerja. hEmmErYE hymmnos/. [I will gladly sing a song] Kebalikan dari bahasa Jepang, dan sama dengan Bahasa Inggris. Particles a.k.a Prepositions Intinya sama saja ketika kalian mengatakan "I will gladly give blessing to the earth" dalam bagian ini. Kita coba menggunakan "ut" yang artinya "to" lElLYE ut doodu/. [I will gladly give blessing to the earth] tetapi TIDAK di sini: hEmEmYEr hymmnos/. I will gladly sing a song TO BE CONTINUED ON NEXT POST Edited by Veronica Titania, Nov 13 2010, 09:15 PM.
|
![]()
Just wake me. I'll be there.
![]()
|
|
![]() |
| Post #2 Nov 18 2011, 08:54 PM | Veronica Titania |
|
Iya, saya tahu ini hiatusnya kepanjangan. Tapi saya sekarang kembali dan mencoba lagi untuk menjelaskan semua yang saya tangkap, serap dan pelajari ketika mempelajari New Testament of Pastalie. Untuk review, silakan baca post saya yang pertama supaya nyambung dengan post saya yang ini. Sekarang kita masuk ke bagian selanjutnya. Emotion Verbs vLYAsUk? hLYOmOmOrO? fYEwErEn? Oke. Saya tahu. Ini mungkin kerjaan seorang yang tengah kurang kerjaan sampai nulis kata tanpa arti yang pakai huruf besar kecil. Alay mungkin? Tapi inilah kelebihan New Testament of Pastalie. Masih ingat dengan apa yang saya bilang tentang New Testament of Pastalie? Kalian bisa mengekspresikan emosi kalian, emosi terhadap orang lain (you) dan emosi kalian terhadap dunia, semuanya hanya dalam satu verb. Jadi kita mulai. Dalam kalimat Pastalian, semua kalimat terdiri dari sebuah Emotion Verb (dalam tabel dictionary, kata-kata ini jatuh dalam kategori "E.v"), yaitu sebuah kata biasa yang memiliki titik di tiap hurufnya, seperti h.m.m.r, m.t.y.y, f.w.r.n, v.s.k dan lain sebagainya. Di antara huruf-huruf tadi, ada sebua (.) titik, kan? Itulah yang disebut dengan bank period. Bank period adalah tempat di mana kalian mengisi titik-titik itu dengan Emotion vowel. Dari kiri ke kanan, tingkatan emosi makin rendah. Nah, di dalam Emotion Verb itu ada yang disebut dengan Emotion Vowel. Ya, semua huruf kapital yang kalian lihat tadi. Semua emotion vowel ditulis dengan huruf besar (kapital) untuk membedakannya dengan Emotion verb. Contohnya begini: m.t.y.y (Emotion verb: to create) + A (emotion vowel: strength/concentration) E (emotion vowel: happy) mEtAyy => I will gladly create with all my strength (tapi, konsentrasi emosi "happy" lebih tinggi daripada konsentrasi emosi "strength") dan tambahkan "/." jadilah sebuah kalimat: mEtAyy/. (I will gladly create with all my strength) Sama seperti Risshizentsukuyomi (Carmena Foreluna), jika suatu emotion vowel diulang, maka makin besar konsentrasi emosinya (artinya, mEtAyEy akan lebih gembira daripada mEtAyy) Pernah melihat lirik seperti ini dalam sebuah hymn? xA rre exali sarr wLYErm anw sphaela/. (METHOD_IMPLANTA/.) Yang mau saya tekankan bukan kalimatnya, tapi di depan kalian tentu bisa melihat sebuah kata: "xA". Inilah yang disebut sebagai subject definer. Ini digunakan ketika kalimat tidak menunjuk pada si pembicara. Berikut ada Emotion Vowel yang biasa digunakan dan dipakai: SPEAKER (Level 1 Emotion Vowel) Spoiler: click to toggle AUDIENCE (Level 2 Emotion Vowel) Spoiler: click to toggle THE WORLD (Level 3 Emotion Vowel Spoiler: click to toggle Tambahan sedikit, emotion vowel ini menentukan siapa (target) dari emotion verb yang diucapkan. Susah dijelaskan, tapi contoh selalu berbicara lebih banyak. Standard Hymmnos: Was yea ra chs hymmnos mea New Testament of Pastalie: cEzE hymmnos/. Kedua kalimat diatas artinya sama. Hanya, dalam Pastalie kita tidak menambahkan "mea" seperti dalam Standard Hymmnos karena emotion vowel "E" telah menunjukkan siapa subjek atau target dari emotion verb tersebut. |
![]()
Just wake me. I'll be there.
![]()
|
|
![]() |
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Ar Tonelico Series · Next Topic » |









9:45 PM Jul 11